Life as the fisherman’s son

a6dc76ffb7867f908d5b2cfbc9d56ff3The article first appeared as the cover story in the international edition of think archipelago magazine V3. The coastal area down the south of Java poses tsunami hazard. But in a tragedy that happened once in several decades, the locals consider it their safe backyards. These people, strong and able, have always something interesting to tell.


think archipelago Standing on the river mouth when the sun is at its peak, villagers at the shore line of Sukabumi, West Java, are set to go fishing. Under the scorching sun, some of them wore caps while other put on hoods on their jackets. A group of them came down from Cikaso village to the river mouth, where the streams directly flow to the Indian Ocean. It is well-known for its constant high tides. Continue reading “Life as the fisherman’s son”

Menyapa perut bumi di Gua Buniayu

dsc_1243TEKS DAN FOTO  I  YOSEA RIYADI PERMANA

Artikel ini muncul pertama kali di yoseapermana.wordpress.com.

“Kenali lah bumi sebelum kita dikebumikan”. Kalimat tersebut saya kutip dari seorang guide yang mengantarkan kami ke perut bumi yang sudah menganga di sebelah barat pulau Jawa. Gua Buniayu terletak di desa Nyalindung Kab. Sukabumi.


dsc_1214

Setelah kurang lebih menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari pusat Kota Sukabumi, melewati jalanan yang berkelok-kelok dan berlubang disana-sini akhirnya saya dan teman-teman saya sampai dikawasan wisata Gua Buniayu Nyalindung, Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat. Untung saja landscape selama perjalanan sangat indah untuk dinikmati, ini juga yang membuat kami tidak banyak mengeluhkan kondisi jalanan yang rusak sepanjang perjalanan. Megahnya Gunung Gede dan Pangrango bisa kita lihat selama paruh perjalanan pertama dengan sangat jelas, sedangkan pada paruh kedua perjalanan dihiasi dengan perkebunan teh, terasering pesawahan padi dan hutan pinus yang sangat nikmat untuk dipandang. Continue reading “Menyapa perut bumi di Gua Buniayu”

Tentang mengejar dan menunggu momen fotografi

Yosea Riyadi PermanaTEKS DAN FOTO  I  YOSEA RIYADI PERMANA

Artikel ini muncul pertama kali di yoseapermana.wordpress.com.

Yosea memberikan perspektif yang unik dari Bandung, salah satu kota terpadat di Indonesia yang tampak kosong di siang hari. Pencarian dan penantian momen merupakan kunci memperoleh hasil foto urban surreal tersebut. Baca excerpt berikut.


Jalan Layang Pasupati - Sumber : Karya Pribadi

Berbekal kamera dan sepeda motor saya berkeliling Bandung tepat pada saat Sholat Ied, 28 Juli 2014, dilaksanakan. Sebenarnya kegiatan ini sudah saya rencanakan dari beberapa tahun lalu dengan niatan untuk mendokumentasikan kota Bandung pada saat sepi dari aktivitas lalu lintas. Alhasil perjalanan dan rencana berjalan dengan lancar, saya berhasil mendokumentasikan momen di saat Bandung sepi ‘melongpong’. Continue reading “Tentang mengejar dan menunggu momen fotografi”

When Betawi meets jazz

indojazzreview utuh-logo   @america The article first appeared in Indonesia Jazz Review, 2 May 2015

Lantun Orchestra
International Jazz Day with Lantun Orchestra live in @america, Jakarta, 30 April 2015

From swing to bebop, acid, and the further rapid evolution of jazz when the western world brought it on board of the trade ships to meet Indonesian vernacular music in the 20s, Lantun Orchestra played their repertoire based on a timeline that tells about each period of the constantly-altering musical genre. Their live performance When Betawi Meets Jazz in @america, Jakarta, 30 April, started with the 1929 song Ain’t Misbehavin by Fats Waller, before moving to another era of bebop which was popularized by the 30s era trumpeter Dizzy Gillespie.

Continue reading “When Betawi meets jazz”