Tentang mengejar dan menunggu momen fotografi

Yosea Riyadi PermanaTEKS DAN FOTO  I  YOSEA RIYADI PERMANA

Artikel ini muncul pertama kali di yoseapermana.wordpress.com.

Yosea memberikan perspektif yang unik dari Bandung, salah satu kota terpadat di Indonesia yang tampak kosong di siang hari. Pencarian dan penantian momen merupakan kunci memperoleh hasil foto urban surreal tersebut. Baca excerpt berikut.


Jalan Layang Pasupati - Sumber : Karya Pribadi

Berbekal kamera dan sepeda motor saya berkeliling Bandung tepat pada saat Sholat Ied, 28 Juli 2014, dilaksanakan. Sebenarnya kegiatan ini sudah saya rencanakan dari beberapa tahun lalu dengan niatan untuk mendokumentasikan kota Bandung pada saat sepi dari aktivitas lalu lintas. Alhasil perjalanan dan rencana berjalan dengan lancar, saya berhasil mendokumentasikan momen di saat Bandung sepi ‘melongpong’.

Rute perjalanan yang saya lalui sendiri dimulai dari tempat saya tinggal yaitu disekitar gerbang Tol Pasteur menuju ke Jembatan Layang Pasupati, Dago dan diakhiri di Jalan Braga. Sengaja saya memilih titik-titik tersebut karena sudah bukan rahasia umum bahwa pada hari-hari normal lokasi tersebut sangat padat.

Kurang lebih sekitar 2 jam saya bisa merasakan sepinya Kota Bandung sebelum kembali normal.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s