(a)part penutup 7 tarian kontemporer Helatari 2019

Helatari Salihara 2019 adalah agenda tari Komunitas Salihara yang diselenggarakan rutin di Teater Salihara, Jakarta. think archipelago adalah mitra media di pagelaran bergengsi ini yang berlangsung mulai dari 15 Juni hingga 6 Juli. Untuk informasi jadwal pertunjukan, silakan klik banner Helatari Salihara 2019 yang terdapat di website think archipelago.

Komunitas Salihara, pusat kesenian multidisiplin swasta pertama di Indonesia yang didirikan sastrawan dan mantan pemimpin redaksi Majalah Tempo Goenawan Mohamad, untuk ketiga kalinya sejak 2015 menghelat Helatari Salihara untuk pecinta tarian kontemporer tanah air dan internasional.

Rangkaian 7 tarian unik dalam program rutin Komunitas Salihara kali ini menyajikan wacana segar kepada publik untuk memaknai substansi teater yang dipentaskan melalui estetika gerakan para penari maupun suguhan tata panggung yang bernuansa kehidupan sehari-hari.

Dengan mematok harga tiket masuk Rp 65.000 untuk umum dan Rp 35.000 untuk pelajar, para penikmat tari gaya baru akan terpuaskan dengan pilihan pertunjukan berbobot yang telah dikurasi secara seksama.

(a)part

Keunikan tarian penutup Helateater Salihara 2019 ini terdapat pada upayanya menceritakan kehidupan masyarakat urban yang tinggal di apartemen dan rumah susun. Karya ini melibatkan delapan penari dan menggabungkan bentuk tari dan teater tubuh.

(a)part juga dipadukan dengan seni instalasi abstrak yang terbuat dari pipa PVC yang dibagi menjadi sembilan bagian, sebagai metafora kamar-kamar yang ada di dalam gedung apartemen dan rumah susun. Karya ini dikemas dengan pemetaan multimedia, efek lampu ultraviolet dan cat fosfor untuk lukisan badan (body painting).

Pementasan (a)part di Helatari Salihara 2019: Panggung Tari Baru. Photo by Witjak Widhi Cahya, courtesy of Komunitas Salihara.

The Seen and Unseen

Tarian ini terinspirasi dari film karya Kamila Andini berjudul sama menyabet predikat film terbaik pada Berlin Film Festival (Berlinale) 2018.

Pertunjukan ini menggabungkan seni tari, musik langsung, skor elektronik dan menciptakan perpaduan gerakan tari tradisional Bali dengan pendekatan kontemporer ke arah teater.

The Seen and Unseen berangkat dari filosofi masyarakat Bali “Sekala Niskala” yang berarti keseimbangan antara realita dan spiritual. Karya ini melibatkan Ida Ayu Wayan Arya Satyani sebagai koreografer dan sejumlah seniman dari Indonesia, Jepang dan Australia.

Sedangkan ada 3 tiga koreografer yang tampil pada Helatari 2019 adalah koreografer/kelompok tari terpilih undangan terbuka yang di adakan pada 2018 dengan nama diantaranya Anis Harliani Kencana Eka Putri, Ayu Permata Sari dan Eyi Lesar. Mereka inilah menciptakan tari Holy Body , X dan Ad Interim atau disebut dengan “Panggung Tari Baru”.

Holy Body

Menurut hasil dari pengamatan koreografer, ada ukuran-ukuran ideal yang harus dimiliki oleh penari perempuan untuk bisa menerima pesanan tari (komersial). Holy Body menawarkan konsep tari dokumenter yang berangkat dari riset tersebut dan mempertanyakan adakah tubuh yang ideal dalam estetika tari?

Anis Harliani adalah koreografer yang pernah berkolaborasi untuk pertunjukan Us/Not Us (2018) produksi Bandung Performing Arts Forum di Asian Dramaturg Network.  Beliau pernah mengikuti program Koreografer Muda Potensial di Indonesia Dance Festival 2018.

X

Karya ini adalah pengembangan motif “samber melayang”, salah satu motif dalam tari Sigeh Penguten (Siger Penguntin), sebuah tarian kreasi dari Lampung. Tarian ini mulanya adalah tari persembahan atau penyambutan untuk orang-orang terhormat, tetapi kali ini akan dilakukan tanpa musik, menggunakan kostum keseharian yang sederhana.

Ayu Permata Sari pernah berkolaborasi dengan koreografer luar negeri seperti Eisa Jocson (Filipina), Bethani (Amerika Serikat), Edgar Freire (Ekuador) dan Anne Maria (Jerman). Ia memperoleh penghargaan penghargaan “Jasa Bakti” di Festival Teknologi dan Seni ASIA di Johor Malaysia 2018.

Ad Interim

Ad Interim mengangkat tema perbedaan dan sifat bertolak belakang di masyarakat yang seharusnya dapat menjalin harmoni dan keseimbangan hidup. Seorang penari tunggal akan berkolaborasi dengan musisi yang menggunakan teknologi sensor gerak.

Ekspresi yang dihasilkan merupakan perpaduan antara gerak, musik dan tata cahaya. Eyi Lesar pernah beroleh Hibah Seni Inovatif dari Yayasan Kelola untuk karya Who Are You di tahun 2018. Ia pernah mengikuti showcase tari di SIPFest 2018.

Three Airs & The Two Doors

Pementasan Three Airs karya Park Na Hoon. Photo courtesy of think archipelago.

Park Na Hoon akan membawakan dua karya pentingnya. Three Airs membangun cerita tentang kehidupan manusia melalui tiga orang penari yang berlaku sebagai “organisme” udara. The Two Doors mengungkapkan makna dan rahasia penari melalui pernyataan-pernyataan saling bertentangan yang dilontarkan si penari.

Na Hoon Park adalah koreografer yang pernah terpilih sebagai seniman baru berbakat dari Dewan Kesenian Korea Selatan pada 2003. Karya Three Airs memperoleh penghargaan dalam 3rd Performing Arts Market (PAMS) di Seoul, Korea Selatan.

Ia telah tampil di sejumlah negara, mengikuti program kerja sama budaya serta pernah menjadi seniman mukiman antara lain di Jerman, Italia, dan Amerika Serikat.

Program seniman mukiman

Komunitas Salihara menyelenggarakan program seniman mukiman (artist-in-residence) untuk seniman dalam maupun luar negeri secara berkala. Kali ini bekerja sama dengan STRUT Dance Australia, Komunitas Salihara menerima Natalie Allen dan Samuel Harnett-Welk, dua koreografer dari Australia selama Helatari Salihara 2019.

Karya yang mereka bawakan dalam showcase Helatari Salihara 2019 adalah karya hasil selama menjalani program seniman mukiman.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s