Henryette Louise: Spiritcuil (pertemuan benda-benda)

Henryette Louise merupakan peraih Gold Award Emerging artist UOB Painting of The Year 2016. Seorang lulusan desain grafis di STSI Bandung dan seni murni di ISBI Bandung. Beberapa kali melakukan pameran tunggal dan pameran bersama. Ia juga merupakan salah satu perupa muda di galerikertas pilihan Ugo Untoro. Kini sehari-harinya ia bekerja sebagai ilustrator, seniman konseptor, dan lain-lain.

Memahami proses keseimbangan antara laku dan pahatan pikiran, tema yang diperoleh dari perjalanan hidup dan kehidupan. Bagiamana memilih material? Bagaimana waktu dapat menghentikan ingatan-ingatan terhadap benda-benda usang yang hadir di sekitar kita?

Setiap detik kita telah dipertemukan dengan benda-benda yang datang sebagai fungsi sebelumnya atau bahkan memang usang terbuang begitu saja, dapatkah mereka “benda-benda” meruntuhkan ingatan kita akan sesuatu hal atau kejadian lampau?

Seperti halnya pertemuan, kolaborasi ini cukup lebar membuka celah untuk siapa pun  dengan latar dan profesi beragam. Begitu juga tools atau bahkan cara mengolah kebendaan terdekat mereka sangat berbeda-beda. 

Pertemuan “benda-benda” dalam lingkaran dengan berbagai kisah , moment tersebut dapat mengingatkan akan tempat-tempat atau peristiwa yang pernah kita lalui,seperti hajatan atau gotong royong. Saya tertarik dengan percakapan Mbak Ami dan Mbak Siti ketika memilin kertas bersama-sama, terasa seperti akan punya hajatan bersama, katanya. Hajatan bersama tanggal 24 Oktober. 

Terus terang, saya cenderung mengabaikan nilai “gagasan hias “seperti mendekor atau membentuk yang indah yang harusnya ada di mata umum masyarakat. Namun, saya lebih menekankan makna dan nilai-nilai memungut benda-benda tersebut oleh pemungutnya sebagai pengalaman yang sangat pribadi.  

Benda-benda yang menarik untuk dipungut sangat rapuh, dapat dikatakan tidak permanen, dapat menjadi celah peringatan pribadi akan kekuatan tertentu yang tak terduga. Sementara itu ragam hias berorientasi pada benefit. Saya menekankan pada spirit. 

Makna “Spiritcuil” mengacu pada ingatan dan segala hal remeh temeh seperti sampah yang ketika ditata, dipilah, ditempatkan dapat mendapatkan tempatnya sendiri, mendapatkan bahasa yang berbeda. Seni hanya mengingatkan hal tersebut dan kehadiranku hanya sebagai pemantik. Bagaimana orang-orang mau datang dan berproses dalam workshop dan pameran proses ini.

Saya merasakan kehadiran kertas menjadi lebih tajam, sehari-hari kita selalu menemukan kertas namun cenderung abai dan kita menemukan kembali spiritnya saat menjadi intim dengan kertas. 

Seperti ketika teman-teman menggunakan kertas koran, mereka akhirnya membaca kembali berita-berita yang sering diabaikan. Gladys mengatakan koran yang dibacanya selalu berbicara ekonomi dan iklan apartemen, berbeda dengan koran di daerahnya yang berisi berita kejahatan dan kriminal. Ternyata kami menyadari, koran selalu mencatat letak geografis.

“Dan tak seorang pun ingin terganggu, namun mereka memaklumi karyanya (kadang) mengganggu” 

Mengalami pertemuan dengan benda-benda membuat mereka menyadari atau memaklumi keberadaan sampah.  Mereka berproses dan berkumpul memilin sampah kertas – mungkin ia akan menjadi hujan?!  

Mereka membentuknya,  sampah menjadi suatu mukjizat dan keberuntungan ketika sebuah galeri dapat memamerkannya, meskipun pada akhirnya sampah itu dikembalikan pada TPS (Tempat Pembuangan Sampah), pada tempat semestinya dan mereka yang mampu mengolahnya – secuil sejarah kertas fana bersama.

 

ISO 9001 and HR management foundation level trainings at Essenza factory

ASPI business management training unit delivered in-house training at the Essenza ceramic tile factory, Tangerang, and head office, Jakarta, of PT Internusa Keramik Alamasri (INKA), covering:

  1. ISO 9001:2015 quality management system foundation level at factory, Tangerang, 26-27 September 2019.
  2. Human resources management foundation level at head office, Jakarta, 22 October 2019.

The series of certified training courses is part of the ISO 9001:2015 quality management system development, a result of cooperation between Archipelago Strategic & Partners Indonesia business and management consulting and PT Internusa Keramik Alamasri, with an aim for ISO 9001:2015 and SNI product certifications.

Pahatan watak dan pikiran Henryette Louise di Spiritcuil

Spiritcuil is a solo exhibition by Indonesian artist Henryette Louise held in Studio Hanafi. think archipelago is a proud media partner of the event which runs from 7 until 24 October 2019. To visit Studio Hanafi official site, go to www.studiohanafi.com, or their instagram @galerikertas_art, and @studiohanafi.

Seniman Henryette Louise membuka kesempatan kolaborasi dengan seniman lintas disiplin. “Konsepnya Open Studio,” kata Lousie. Selama lebih kurang sebulan ia membuat Galeri Kertas Studio Hanafi menjadi layaknya studio kerja. Di studio tersebut ia akan menerima partisipan yang berminat untuk berproses bersama, merangkum ide bersama, dan membuat suatu karya bersama-sama.

“Jadi, konsepnya terbuka, setiap partisipan bisa datang dan pergi selama durasi workshop. Orang-orang juga boleh datang untuk melihat kami berproses,” ujar Louise.

Kurator Galerikertas, Heru Joni Putra, mengatakan bahwa program “Open Studio/Full Time Artist” ini menggabungkan proses dan pameran.

“Semua partisipan berproses sekaligus berpameran di saat yang sama. Mereka memamerkan proses sekaligus seiring berjalan waktu memamerkan karya-karya yang muncul dari proses tersebut.”

Bagi partisipan yang tidak mempunyai latar belakang seni, setidaknya, program ini menjadi ruang untuk mempelajari bagaimana seniman bekerja melalui metode yang dijalanan Henryette Louise. Dan bagi partisipan yang berasal dari latar belakang seni, setidaknya, program ini bisa menjadi ruang dialog dan uji coba kerja-kerja kolaborasi.

Henryette Louise dikenal sebagai seniman yang gemar memanfaatkan benda tak terpakai. Dalam konteks kerja penciptaannya, sebuah benda loak tidak hanya sebatas mendapatkan bentuk baru, tetapi juga fungsi dan makna baru.

Louise menyebut modus penciptaannya sebagai “re-use” atawa penggunaan kembali. Ia tidak menggunakan kata “re-cycle” atau daur-ulang. Ada perbedaan mendasar antara “re-use” dan “re-cycle” dalam konteks ini.

Dalam daur ulang, material bisa saja kehilangan sejarahnya. Ketika sebuah benda didaur ulang hingga menjadi material mentah, maka cenderung saat itu makna-makna sosio-kultural dari benda tersebut lenyap, kehilangan “nyawa” awalnya.

Lain halnya bila yang dilakukan adalah “re-use”. Sebuah benda yang digunakan kembali, dengan fungsi dan makna baru, tak akan hilang “nyawa” benda tersebut sepenuhnya. Selama benda tersebut masih mengandung bentuk awalnya, maka selama itu masih terikat dengan sejarah serta nilai sosial-kulturalnya.

Dengan kata lain, kerja “re-use” adalah kerja untuk “bermain-main” dengan bentuk awal serta makna lumrah pada sebuah benda, untuk kemudian diperluas, dikembangkan, atau dibenturkan dengan makna-makna baru.

Henryette Louise merupakan seniman asal Blitar dan menetap di Bandung. Ia pernah belajar seni rupa di SMSR Surabaya dan Seni Rupa STSI Bandung. Ia telah melakukan puluhan pameran bersama sejak tahun 2002 dan empat kali pameran tunggal sejak 2009. Dua pameran tunggal terakhirnya adalah Lokositato Makhluk (2014) dan Intro Lokos #1 (2015).

Tahun 2019 ini ia menyelenggarakan pameran tunggal-berdua berjudul Simbol dan Alegori di Museum dan Tanah Liat, Jogjakarta. Ia pernah beroleh beberapa penghargaan seperti Top 10 Asian Fotografi Analog Emerging Artist (1997), Pemenangan Kompetisi Instalasi Bebegig Nasional (2005), Peraih Hibah Seni dan Lingkungan (2014), dan Gold Award Emerging Artist UoB Painting of the Year (2016).

Sehari-hari ia berkomunitas-bekerja di Invalinder Urban sebagai artistik konseptor dan di Hellmate Circle sebagai freelance ilustrator. Bila ditanya soal pernyataan berkeseniannya, ia selalu menjawab, “Seni adalah kejanggalan yang memiliki tempat terpahatnya watak dan pikiranku.”

Fire emergency training at Essenza factory

Following the newly formed emergency response team at Essenza factory, ASPI business management training unit cooperated with PT Internusa Keramik Alamasri to introduce the training of fire emergency by applying fire extinguisher on 11 October 2019, which was conducted in two sessions:

  1. Theory on the basic understanding of fire emergency and evacuation
  2. Powder and CO-type fire extinguishers or alat pemadam api ringan (APAR) practice

This training was part of the implementation of risk identification in safety at workplace in Essenza ceramic tile factory, Tangerang.

Paradigma dan tujuan kredit pemilikan rumah

Agus Chang has more than 11 years of experience in the business, technology and methodology aspects of various financial institutions. Not only widening his perspective in financial knowledge, but the journey has also inspired him to be more deeply committed to share and raise up the awareness of the society on how fundamental and essential financial knowledge is in achieving life fulfillment.

Seperti halnya pengambilan keputusan penting dalam perjalanan hidup kita, keputusan mengajukan kredit untuk kepemilikan rumah harus diawali dengan tujuan yang jelas.

Secara garis besar, tujuan seseorang mengambil KPR dapat dirangkum menjadi tiga, yaitu profit taking, investasi dan untuk kepemilikan pribadi. Singkatnya berikut adalah definisi untuk ketiganya.

Profit taking adalah tujuan yang ditetapkan seseorang terkait akuisisi properti untuk mengambil keuntungan dalam tempo sesingkatnya.

Investasi adalah sebuah tujuan di mana seorang investor mengakuisisi properti kemudian memanfaatkan properti tersebut untuk menciptakan pemasukan melalui kegiatan sewa. Investor juga dapat melakukan penjualan properti pada akhir periode setelah disewakan.

Kepemilikan pribadi adalah sebuah tujuan berupa akuisisi properti untuk memenuhi kebutuhan pribadi, misalnya sebagai tempat tinggal atau sebagai tempat usaha.

Setelah tujuan ditetapkan, analisis dilanjutkan dengan penyiapan data dan survei untuk menunjang keputusan tersebut. Data-data yang penting untuk diperoleh antara lain siklus properti untuk menentukan waktu akuisisi yang tepat, market value, market dan analisis keuangan pribadi untuk tujuan kepemilikan pribadi, sampai pembuatan simulasi perhitungan untuk menentukan apakah profit bisa diperoleh untuk tujuan profit taking dan investasi.

Rangkuman analisis akan menjawab secara rinci dan faktual apakah keputusan mengambil KPR dapat dieksekusi atau masih perlu dikaji ulang.

ASPI Financial Advisor Agus Chang, B.Sc, MPM, during his KPR presentation at API investor gathering, Jakarta, 6 October 2019

Paradigma terkait tujuan dari KPR ini dibahas pada event investor gathering yang diadakan oleh Abdi Properti Indonesia, Jakarta, 6 Oktober 2019, bersama Financial Advisor Archipelago Strategic & Partners Indonesia Agus Chang, B.Sc, MPM, yang dipaparkan secara detail hingga analisis perhitungan perbandingan menggunakan data yang sudah diriset dengan kondisi market terkini.

Investor gathering ini bertujuan memberikan edukasi dan bantuan kepada para investor properti dalam pengambilan keputusan.

Di event tersebut Agus menyimpulkan bahwa tujuan perlu ditetapkan di awal, dan untuk menanggulangi kesalahan pengambilan keputusan diperlukan perolehan data yang akurat dan analisis mendetil agar keputusan investor logis dan tidak semata berdasarkan faktor emosional.