Alihan dalam kertas dan gambar

Alihan is an art program held in Studio Hanafi featuring a solo exhibition by Indonesian artist Hanura Hosea in conjunction with a series of related events. think archipelago is a proud media partner of the event which runs from 2 until 17 November 2019. To visit Studio Hanafi official site, go to www.studiohanafi.com, or their instagram @galerikertas_art, and @studiohanafi.

Galerikertas studiohanafi menghadirkan pameran tunggal Hanura Hosea berjuluk “Alihan”. Pameran yang akan berlangsung sepanjang 2 November-2 Desember 2019 ini merupakan pameran tunggal penutup untuk program galerikertas studiohanafi di tahun 2019.

Hanura Hosea merupakan perupa kelahiran Wates, Jawa Tengah, 1966. Setelah aktif berkarya di Yogyakarta dan berpameran di dalam dan luar negeri, ia saat ini menetap di Jerman.

Pada pameran “Alihan”, Hanura akan membawa gambar-gambar kertas sejumlah 245 buah. Kertas-kertas yang bercakap melalui garis dan kertas tersebut menghasilkan bidang gambar yang terbagi dalam tiga ruang: Museum, pabrik dan ruang pamer (Galeri).


Kertas-kertas bersaksi, “gambar-gambar telah tumbuh di bidangku”, ungkap Hanura. Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam catatan pamerannya, “Gambar adalah alihan yang menawarkan jeda. Ia lengkap tapi bergembira dibubuhi dimensi.

Gambar adalah dilempari batu dan ludah. Gambar adalah penjaja pundi-pundi. Gambar adalah berkulit tipis. Gambar adalah tegangan. Gambar adalah ….”

Pembukaan pameran “Alihan” akan berlangsung pada Sabtu, 2 November 2019, pukul 19.00 WIB-selesai. Pameran akan dibuka oleh Hanafi selaku penggagas galerikertas studiohanafi dan Ugeng T. Moetidjo, perupa dan penulis.

Selain itu, pameran turut diramaikan oleh penampilan musik dari Deugalih, musisi multi-instrumen dan multi-genre yang telah melahirkan empat album indie. Saat ini menetap di Yogyakarta.

Menurut Ugeng, karya Hanura Hosea, tetap dengan watak gambar tuturnya, atau gambar dalam watak bertuturnya. Namun yang terang, padanya, bidang gambar merupakan ruang untuk pengisahan moral sosial—kali ini, dengan menjaga jarak dari politik, untuk jadi lebih domestik.

“Karyanya pada masa ini berumpun dengan pola representasi bertutur politik yang begitu menggejala pada segolongan perupa menjelang dan pasca lindapnya kekuatan otoritarian Orde Baru, seakan merayakan datangnya kebebasan kreatifitas” tutur Ugeng.

Berbicara tentang teknik penciptaan, Heru Joni Putra, kurator in house Galerikertas menitikberatkan cara berpikir Hanura pada karya-karyanya. Sebagaimana diucapkan juga oleh Hanura Hosea, berpikir secara seni adalah tindakan politik.

Sebab, berpikir seni adalah sebuah tindakan yang tidak melihat realitas secara lumrah belaka. Karya seni tidak sebatas pengeras suara dari fenomena kasat mata saja.

Seni bahkan mempunyai beban yang lebih dari itu, yaitu menunjukkan realitas yang tak sepenuhnya terjangkau oleh indra manusia.

“Kita baru mencoba melakukan pemaknaan kembali atas trinitas manusia, ruang, dan waktu pada tataran paling sederhana. Selain soal itu, dari karya-karya Hanura Hosea, kita juga melihat suatu kecenderungan untuk memilih warna hitam-putih, sekalipun itu bukan hal aneh dalam drawing.

Namun, sebagaimana di realitas itu sendiri, di dalam seni pun tidak ada yang “kebetulan” begitu saja, selalu ada sebab, bahkan selalu ada “yang politis” di balik setiap kejadian, baik disadari ataupun tidak (political unconsciousness)” tutur Heru.

Sepanjang pameran, Hanura bersama galerikertas Studiohanafi melangsungkan dua agenda pameran lainnya yang berlangsung sepanjang November 2019 di antaranya: Diskusi dan Presentasi Karya Perupa Muda bersama Hanura Hosea pada Minggu, 3 November 2019 dan Workshop Kertas Perupa Muda bersama Hanura Hosea pada 12-17 November 2019.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s