Relevansi menabung di era 4.0

Agus Chang, B.Sc, MPM, has more than 11 years of experience in the business, technology and methodology aspects of various financial institutions. Not only widening his perspective in financial knowledge, but the journey has also inspired him to be more deeply committed to share and raise awareness on how fundamental and essential financial knowledge is in achieving life fulfillment.

Bagaimana prinsip menabung yang benar di era 4.0 sekarang? Apakah masih tepat untuk menabung atau langsung berinvestasi? Semoga dengan tulisan sederhana ini Anda bisa mendapatkan gambarannya. Selamat membaca.

Tujuan Menabung

Mari kita mulai dengan tujuan menabung. Mayoritas berpendapat menabung untuk mengumpulkan uang dan mendapatkan bunga sehingga uangnya akan bertambah. Awal mula pendapat ini diteruskan oleh generasi baby boomers kepada anak-anaknya, di mana pandangan persiapan pensiun yang terbentuk di generasi inilah yang mendorong menabung menjadi penting untuk mereka.

Namun tujuan yang lebih fundamental adalah menabung sebagai bagian dari pembentukan mindset dan disiplin sejak dini dengan menyisihkan sebagian pendapatan kita. Begitu sederhana, namun sangat berpengaruh ke depannya.

Oleh karenanya sangat penting untuk dipahami bahwa menabung sama sekali tidak ada kaitannya dengan berapa jumlah uang yang dapat disisihkan. Mempertimbangkan besarnya jumlah uang akan menggiring pada pemikiran ‘saya baru akan menabung ketika pendapatan saya besar. Menabung sekarang tidak terasa juga manfaatnya’. Akhirnya pemikiran inilah yang mencegah kita untuk mulai menabung.

Instrumen menabung

Tabungan bukanlah instrumen menabung, melainkan instrumen penyimpanan uang.

Agus Chang, b.sc, mpm

Menabung masih identik dilakukan dengan menempatkan uang pada rekening tabungan. Kedua kata ini kerap disalahartikan, salah satunya karena kata menabung sendiri memiliki kedekatan kosa kata dengan tabungan. Hal serupa juga terjadi di dalam Bahasa Inggris (bisa dibilang lebih menyimpang), antara saving (menabung) dengan saving account (tabungan). Mengapa menyimpang? Kaitannya adalah dengan tujuan membuat uang bertumbuh yang dipengaruhi oleh 2 faktor.

Pertama adalah imbal hasil atau bunga. Perlu diketahui bunga yang diberikan untuk instrumen tabungan, mengacu pada suku bunga bank besar di Indonesia periode Desember 2019, adalah di bawah 1% per tahun untuk saldo di bawah Rp 500 juta. Ilustrasinya dengan bunga 1% pun, Anda perlu punya uang 23 juta rupiah untuk mendapat bunga kurang lebih 18,900 rupiah per bulan.

Faktor kedua adalah biaya. Biaya dasar yang dikenakan untuk instrumen tabungan adalah administrasi bulanan yang berkisar dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000, dan 20% potongan pajak dari bunga yang diberikan, yang mana artinya dari bunga Rp 18.900 di atas, akan dipotong lagi pajak sebesar Rp 3.700. Melalui ilustrasi di atas dapat disimpulkan tabungan bukanlah instrumen menabung, melainkan instrumen penyimpanan uang.

Lalu instrumen menabung sendiri baiknya apa? Di era 4.0 ini pergeseran sudah terjadi, bahkan sudah dimulai sejak era 3.0, di mana instrumen investasilah yang harus digunakan untuk menabung. Instrumen investasi paling umum adalah deposito sampai ke level lebih spesifik yang membutuhkan pengalaman dan pengetahuan sebelum memulai, contohnya saham.

Dengan kata lain, dalam kaitannya dengan menabung, kita perlu berpikir mengenai berinvestasi.

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s