Urgensi dan faktor waktu dalam menabung/berinvestasi

Faktor penting pertimbangan menabung/berinvestasi adalah membentuk pola pikir, kemudian membangun hasil. Hasil yang dimaksud ada 2. Pertama, pengembangan diri dengan terbentuknya pola pikir. Kedua, pengembangan uang yang ditabung. Pembentukan pola pikir sebelumnya sudah dibahas di artikel Relevansi Menabung di Era 4.0. Pokok bahasan ini berfokus pada bagaimana memaksimalkan pengembangan uang yang ditabung.

Sumber daya paling berharga yang dapat dimiliki oleh seseorang adalah waktu. Dan waktu pula yang bisa melipatgandakan serta memaksimalkan investasi terhadap aset. Definisi waktu dalam kaitannya dengan menabung/investasi adalah sejak kapan kita memulai. Semakin muda kita memulai, semakin panjang durasi yang kita punya untuk mengakumulasikannya. Konsep ini sering disebut dengan bunga berbunga (compound interest).

Melalui compound interest kita akan mengetahui mengenai “keajaiban” angka dan menggarisbawahi dengan nyata dan logis – karena berupa perhitungan – akan pentingnya segera memulai. Ungkapan yang bisa menggambarkan hal ini adalah “Dia yang pertama memulai mendapat lebih banyak”.

Baca juga: Relevansi menabung di Era 4.0

Berikut ilustrasinya. Amir berkomitmen mulai menabung/investasi sejak usia 20 tahun sampai usia 40 tahun dan Badu baru memulai menabung/investasi sejak usia 35 tahun sampai usia 65 tahun. Akumulasi uang yang ditabung Amir selama rentang waktu 20 tahun, sejak usia 20 hingga 40 adalah Rp 1.353.389.026. Sementara akumulasi uang yang ditabung Badu selama rentang 30 tahun, sejak usia 35 hingga 65 adalah Rp 3.295.103.460.

Uang ini singkat kata diakumulasikan dengan konsep bunga berbunga sampai usia keduanya 65 tahun. Perlu diperjelas bahwa Amir, sejak tahun di mana dia akan menginjak usia 41 tahun, sudah tidak menambah lagi uang yang ditabung sampai mencapai usia 65 tahun, dan uangnya tetap diakumulasikan dengan konsep bunga berbunga. Dan Badu sejak usia 20 sampai 34 tahun diumpamakan tidak menabung sepeser pun.

Hasil ilustrasi di atas adalah, pada saat berusia 65 tahun dengan memperhitungkan imbal hasil per tahun 6%, tanpa memperhitungkan pajak, Amir akan mengumpulkan uang sebesar Rp 8.365.849.700. Sementara Badu akan mengumpulkan Rp 9.447.423.870. Secara nominal memang Badu lebih besar, namun dilihat dari perbandingan antara dana yang harus dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan, maka Amir berhasil melipatgandakan uangnya sebesar 6,18 kali lebih banyak, sedangkan Badu hanya 2,867 kali.

Dari ilustrasi di atas, tidak tepat bila berpikir, “Usia saya sudah tidak muda lagi, berarti sudah terlambat untuk memulai.” Yang harus Anda lakukan justru segeralah memulai. Di usia berapa pun Anda berada sekarang, tidak ada yang patut disesali. Segeralah bertindak!

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s