Tag Archives: Endro Rukmono

Pengejawantahan realisme di Kolo Nguntal Bulan

Pameran Endro Rukmono, seorang pegiat seni visual lulusan Institut Seni Rupa Indonesia tahun 1987 yang telah malang melintang di industri kreatif dalam negeri mulai dari desain set panggung teater, diorama di museum, hingga dekorasi pusat perbelanjaan di Jakarta, mengangkat isu pemaknaan realisme yang umum dipersepsikan masyarakat melalui simbol-simbol dengan tujuan memberikan makna terhadap benda nyata, meski sebenarnya hal ini dapat membelenggu pandangan.

Bertajuk Kolo Nguntal Bulan (Betara Kala memakan Bulan), pameran yang diadakan di Galerikertas Studiohanafi ini menyingkap penafsiran identifikasi mendasar tentang seniman dan karyanya. Endro adalah penganut realisme, namun ia sadar bahwa realisme yang nantinya menghasilkan kebenaran ideologis dari tatanan sosial politik sebuah bangsa menuntut keterlibatan seniman untuk turut menghaadpi isu aktual di masa hidup mereka.

Dalam pengantarnya berjudul Kolo-kolo, Realisme dan Pandemiologi, sang kurator Ugeng T. Moetidjo meyakini bahwa realisme dalam sudut pandang seni rupa tidak memisahkan antara tataran konseptual dan praktikal. Bahkan keduanya memilik hubungan yang saling bertautan. Misalnya, pameran ini mengulik mitos-mitos tentang ancaman dan ketakutan sebagaimana tercipta dalam beragam simbol yang terdapat di berbagai kebudayaan kontemporer.

Dalam situasi ini tampak narasi sosial budaya dan sosial politik berkelindan di perbatasan ruang tradisional rural ke modern urban.

Melihat sejumlah lukisan yang dipamerkan, menurut Ugeng sisi artistik Endro di kala menghuni perkotaan Jabodetabek selama bertahun-tahun telah menjadikannya pragmatis, didasari oleh dorongan bertahan hidup. Mungkin ini yang dia sebut sebagai transmutasi geografis yang menghinggapi seniman modern Indonesia.

Namun isu urban yang turut menjangkiti sang pelukis, misalnya pandemi Covid-19, tampak mewarnai karyanya, dan dianggap mewakili kecemasannya bahwa di kala rasio tidak mampu melindungi manusia dari marabahaya, mitos-mitos beban masa lampau menemukan urgensinya.

Apakah kecemasan ini dapat dikatakan nyata?

Selami penafsiranmu saat menikmati karya Endro Rukmono dalam suguhan program kesenian Galerikertas Studiohanafi yang tak henti bergulir di era survival pandemi, terutama setelah suksesnya pameran Rekonstruk7 karya Edi Bonetski beberapa waktu lalu.

think archipelago adalah mitra media di pameran yang akan berlangsung di Galerikertas Studiohanafi, Depok, mulai tanggal 7 Oktober hingga 7 November 2022. Galeri dibuka hari Selasa – Minggu, pukul 10:00 – 17:00. Pengunjung dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu pada link https://bit.ly/pameranNdrorukmono.